Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

kenapa?

cita-cita yang dulu meledak-ledak lambat laun mulai redup hanya karena ada orang lain yang tidak memahami cita-cita itu. kita, kami sempat memiliki mimpi indah tentang membangun tempat kami bernaung ini menjadi entitas yang dihormat dan diperhitungkan. Second best, begitu motivator kami para founding fathers mengungkapkan visi mengenai calon tempat kami mengamankan periuk nasi. Dua tahun berlalu, kini dalam mata-mata mereka –mungkin termasuk saya- telah hilang apa yang dulu pernah ada: semangat mewujudkan mimpi. Mereka –termasuk saya- bergerak hanya karena rutinitas. Tidak ada lagi yang namanya antusiasme. Mungkin karena mimpi-mimpi itu mulai tercerabut. tak eloklah kalau kita mencari siapa yang salah meskipun para pemegang kekuasaan wajib mencari tahu sumber permasalahan. (salah satu tanda orang bijak adalah menyelesaikan masalah dengan mencari penyebab masalah). karena pengisi periuk nasi mungkin bisa dicari dari sumber lainnya, tapi masalah cita-cita dan mimpi akan sangat sulit dica...