preferensi
preferensi seringkali menjebak akal sehat. Kita selalu enggan menerima kenyataan bahwa yang lain ternyata sama saja, atau bisa jadi lebih baik. atau hal lain. seringkali kita tersadarkan bahwa pola pikir kita atau pendapat yang kita akui benar itu ternyata salah. tapi kita hampir selalu mengacuhkannya, karena pingin dianggap konsisten atau malah sengaja karena sudah terlanjur. preferensi mengantarkan seseorang menjadi konsisten, namun untuk soal lain selain agama, hal itu tidak seharusnya tetap dan mati.