resensi
aku membacamu lembar demi lembar, halaman demi halaman. menurutku kamu adalah buku yang paling menarik di dunia. Kamu bilang, “don’t judge a book from its cover,” dan kau tunjukkan aku baris demi baris kata yang ada di sekujurmu, di pedalamanmu agar aku bisa lebih adil. kali ini kau ajari aku membaca bahasamu setelah kemarin kau temani aku memilih judulnya. aku, kamu membaca dalam halaman yang sama. membalik halaman berikutnya ketika sampai pada kalimat terakhir. tapi jangan dulu kau suruh aku meresensi, tidak, sebelum aku selesai membaca. sampai aku mengerti isimu.