Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2009

resensi

aku membacamu lembar demi lembar, halaman demi halaman. menurutku kamu adalah buku yang paling menarik di dunia. Kamu bilang, “don’t judge a book from its cover,” dan kau tunjukkan aku baris demi baris kata yang ada di sekujurmu, di pedalamanmu agar aku bisa lebih adil. kali ini kau ajari aku membaca bahasamu setelah kemarin kau temani aku memilih judulnya. aku, kamu membaca dalam halaman yang sama. membalik halaman berikutnya ketika sampai pada kalimat terakhir. tapi jangan dulu kau suruh aku meresensi, tidak, sebelum aku selesai membaca. sampai aku mengerti isimu.

story

I've traded off my time and its worth. she was sitting in a canopy halt, reading a black-red book's cover with calm. I stopped by and reached her hand to walk along side by side. I pointed to the way ahead with light sparkling. “Having you beside never made me afraid to get through the darkside around,” I said. Our stony path was not wide enough for us to walk side by side, so we walked in sequence. But I still got her finger clasped. We surrounded by thousand of flowers, one of them named after her. And my story has just began. I started have a braveheart to get happiness

harapan lagi

terantuk pada langkah pertama, namun aku bangkit lagi. nyaris dijemput kekhawatiran karena praduga yang tak beralasan tetapi untungnya aku bertanya. ternyata buat dia itu bukan masalah. tampaknya akan makin banyak kata “maaf” yang akan aku ucapkan karena ketidaktahuanku atas gestur kata-katanya yang ranum. Namun hari ini aku bahagia mendengar senyumnya dari seberang gagang telepon. renyah tawa kecilnya berbalut pesan bahwa aku tak bisa menemuinya lagi sebelum dia kembali ke kota B, tak terlalu aku sesali. aku mulai menaruh harapan pada perempuan ini, sesuatu yang mungkin tidak pada tempatnya karena kami baru saja kenal. waktu dan jarak akan menjelaskan padaku apakah harapan itu bisa datang menghampiri dan perempuan itulah yang akan membukakanku pintu saat aku pulang larut.