Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Manis dan Pahit

Ketika pemerintah sekarang memutuskan untuk menaikkan tarif listrik, untuk yang kesekian kalinya, kita patut berprasangka baik bahwa hal itu demi kemaslahatan bangsa. Saking bermanfaatnya, tidak ada satupun demonstrasi, bahkan yang paling kecil sekalipun yang digelar untuk memprotes (rencana) kebijakan ini. Kalaupun ada yang protes, itu hanya ‘buih-buih’ air di lautan media sosial. Itupun langsung diredam oleh oleh ‘ombak-ombak’ yang berasal dari mereka yang tidak sepakat dengan yang protes.                 Sebaliknya, ketika pemerintah sekarang mengumumkan prestasinya dalam menyelesaikan sebagian ruas jalan tol Trans-Jawa yang sudah dimulai 20 tahun lalu, kita harus mengapresiasinya. Bahkan kita tidak boleh mengkritisi, misalnya bahwa ruas jalan yang diperpanjang 110 kilometer dari Brebes Timur hingga Gringsing, Jawa Tengah, statusnya masih ‘tol fungsional’. Jalan tol fungsional dibuat dengan lapisa beton ...

Riset

Indonesia memang negeri yang minim peneliti. Menurut data dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia  jumlah peneliti Indonesia hanya 90 peneliti per satu juta penduduk (data pada pertengahan Agustus tahun lalu. jumlah yang sangat minim dibandingkan jumlah peneliti Brasil yang mencapai 700 orang per 1 juta penduduk, Rusia 3.000 peneliti, India 160 peneliti, Korea 5.900 peneliti, Tiongkok 1.020 peneliti, dan Amerika Serikat yang memiliki 3.000 peneliti. Meneliti kemungkinan bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi orang Indonesia, atau bisa jadi pekerjaan menjadi periset bukanlah profesi yang menjanjikan untuk dapat dikatakan hidup layak di atas rata-rata kebanyakan penduduk. Itulah yang membuat Indonesia hanya memiliki 22.900 peneliti aktif hingga akhir tahun lalu. Presiden Joko Widodo pun mahfum dengan kondisi itu. Itulah sebabnya, ketika baru saja terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia, mantan Gubernur DKI Jakarta itu segera berkunjung ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indone...