siaran tv
Kedua mataku tiba-tiba terasa panas. Pedas seperti sedang menelan sesuatu semacam cabe. Tiba-tiba lagi, terasa ada air bah yang luruh, menyentuh dinding bagian dalam kelopak mataku. Terasa sekali, karena mataku saat itu sedang tertutup. Air bah itu tak dapat aku tahankan. Siaran televisi itulah yang menjadi sumber pemicunya. Ketika salah satu saluran menyiarkan kisah tentang anak-anak yang memiliki kekurangan fisik. Bahkan setiap anaknya tidak hanya memiliki satu cacat, tetapi dua-tiga!!! Siaran itulah yang menyergap perhatianku, menabrak rasa nyaman kehidupanku, menasehati aku. Betapa aku dan anak-anakku sangat sangat sangat beruntung.