Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Zaman Bingung

Dahulu di saat informasi begitu minim didapatkan orang banyak yang terjadi adalah keluguan dan penipuan. Kini di saat informasi begitu bebas hilir mudik di hadapan kita, yang terjadi adalah kebingungan. Memang ironis, ketika kita berada dalam sebuah zaman yang dikenal dengan era informasi, era di mana semua pengetahuan bukan lagi sebuah hal yang langka, justru kita menjadi bingung memperoleh kebenaran atau fakta. Sebabnya adalah ada pihak-pihak tertentu yang ingin membiaskan fakta atau kebenaran kepada ‘kebenaran’ atau ‘fakta’ versi mereka. Di zaman ini, hal itu bisa disebut hoax . Namun apa boleh dikata, di tengah derasnya arus informasi, sebagian orang pun mempercayai hoax itu, dan kemudian bertindak atas kebenaran palsu tersebut. Padahal menurut sebuah teori yang dikenal sebagai Bounded Rationality , semua pandangan dan tindakan orang, ditentukan oleh apa yang mereka ketahui saat itu. Bahkan kesadaran dan rasionalitas yang dimiliki seseorang saat berpikir pun dipengaruhi ole...

Ujian Pemimpin Populis

Satu bulan belakangan ini, lagi-lagi kita diperlihakan beragam tingkah pemimpin dalam menghadapi masalah besar. Ada yang sesuai ekspektasi, ada juga yang melenceng dari ekspektasi. Yang pertama tentu mendapat puji, dan yang belakangan harus berhadapan dengan kritik dari publik. Kebijakan yang digulirkan pemimpin di masa-masa gawat seperti saat ini memang membutuhkan kemampuan ekstra dan menjadi ujian sesungguhnya bagi kapasitas seorang pemimpin. Namun demikian masih ada pemimpin yang lebih concern pada popularitasnya dari pada keselamatan warganya. Pemimpin-pemimpin ini biasanya memang mendapatkan jabatannya dengan mengedepankan hal-hal yang populis, atau biasa disebut pemimpin populis. Akan tetapi pemimpin populis saat ini tidak bisa lagi mengandalkan hanya pada popularitasnya apalagi hanya ingin menyelamatkan popularitasnya. Masyarakat menginginkan kebijakan yang tegas yang diikuti oleh semua unsur di dalam negara. Bukan kebijakan yang ambigu dan harus diterjemahkan lagi, bahk...