Postingan

Menampilkan postingan dari 2008

tahun baru

sudah lama tidak bertegur sapa, bertukar cerita hingga masa nyaris berganti angka. telah lama tak berkirim pesan atas indahnya dunia sampai warnanya mulai berubah dari aslinya tak ada apapun yang kudapat, tak ada sesiapapun semua tinggal mimpi yang bernama resolusi. lalu tahun ini, kaupun akan bertanya lagi kapan aku akan bergeser, menjejakkan kaki di tanah yang baru. selama ini aku yang terus bertanya kepadamu, dan tak melakukan apaapa

bahagia

jangan pernah berikan itu, jika tak bisa menjaganya aku bingung cuma aku yang bertahan selama ini bahkan saat berdoa pun aku arogan meski hipokrit aku penyabar dan konsisten aku hanya sesekali beruntung dan beberapa kali sial namun aku tetap bahagia, berusaha bahagia

melepasmu

melepasmu dengan seseorang yang menjadi idaman membuat waktu terhenti sejenak. melepasmu dengan cara yang paling membahagiakan membuatku menerima anugerah baru. aku, adikmu akan menjadi wakil penggantimu kini untuk merawat ibu dan menyemangati adikadik yang tersisa. tidak ada kata perpisahan, karena kita tidak pernah diajari untuk berpisah. tidak ada beban yang kaupanggulkan kepadaku karena ini adalah berkah. kakak, kau pernah jadi panutanku, dan kini waktunya aku jadi panutan adikadik. selamat berbahagia, selamanya. 15 Desember 2008

sepotong kisah ibu

tak ada perempuan yang lebih hebat yang pernah kulihat selain ibuku. daya ingatnya tetap kuat saat menceritakan pengalaman ataupun rantai keluarga. kesabarannya bagai laut tak bertepi yang kadang memperlihatkan ombak. berikut sepotong kisahnya yang di ceritakannya padaku. (yang dalam hati kujanjikan untuk menerbitkannya dalam bentuk buku)... Ibuku mesti berjalan lebih dari 3 kilometer ke sekolahnya sambil membawa makan siangnya. Namun jangan membayangkan 3 km itu dengan keadaan sekarang yang jalan-jalannya telah beraspal. Dulu jalan tanah yang dilaluinya diselimuti debu tebal yang jika hujan, debu itu berubah menjadi kubangan yang becek. Ibuku harus melompat ke atas daun-daun lebar yang jatuh dari pohon di kanan kiri jalan tersebut untuk menghindari jalan yang becek. Makanan yang dibungkus daun pisang, berisi nasi panas dan ikan teri itu diberikan oleh seorang kerabat di tengah jalan menuju sekolahnya. Makanan itu dimakan saat masih berada di jalan sepi dilindungi pohon melinjo ya...

menunggu

tak tik tak tik jarum detik memburu menit dan melaluinya tak tik tak tik aku memburu waktu dan sampai sekarang tidak bisa menerobosnya tak tik tak tik aku menunggumu di jarum jam dan telah dilewati beriburibu kali 28 Oktober

"bailout "untuk siapa?

badai krisis keuangan AS baru sampai riak-riaknya saja di Indonesia. tapi pemerintah sudah demikian panik, sudah demikian terburu-buru khawatir persiapan penyambutannya telat. tak heran jika Jumat, 3 Oktober pemerintah AS mendapat ijin untuk menyelamatkan banknya dengan modal 700 miliar dollar AS, pemerintah kita hari minggu menggelar rakor dan membeberkan langkah antisipasi menyambut paket penyelamatan AS. seninnya, bursa saham seperti tidak menanggapi rencana otoritas juga imbauan agar tidak panik. indeks jatuh lebih dari 10 persen. kemudian perdagangan dihentikan khawatir kejatuhan itu menyentuh palung terdalam. pemerintah kembali panik, meski berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, dengan mengeluarkan langkah-langkah riil menyelamatkan bursa. dana sepuluh triliun disiapkan untuk membailout saham-saham BUMN yang jatuh untuk mengangkat indeks. padahal kata pengamat jumlah investor pasar modal hanya 0,1 persen dari total penduduk atau cuma 200 hingga 300 ribu dan merek...

aku membacamu

aku membacamu berbeda, huruf-hurufmu mulai kabur atau karena mata ini mulai lamur saat ini aku di halaman enam dan kau di halaman tujuh mestinya kita satu muka walau berbeda halaman agar aku tetap bisa melihatmu aku mengaku kesulitan membacamu, banyak istilah asing dan bahasa yang belum kupahami atau karena aku yang belum menyadari itulah bahasamu yang mesti kupelajari ataukah ada hal lain?

lebaran

kali ini, sekali lagi, seperti tahun-tahun belakangan, aku tak bersilaturahmi mungkin karena kesombongan atau merasa umur sudah melewati tengah hari kegirangan bersalaman mulai berganti kesenangan memakai baju warna-warni tak juga lagi kupilih mungkin nanti setelah ada yang mendampingi

doa yang terkabul

aku memohon kesabaran Tuhan memberikanku cobaan aku memohon kebijaksanaan Tuhan memberiku masalah untuk dipecahkan ketika kumohon pada Tuhan sebuah cinta Tuhan memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong ketika kumohon pada Tuhan bantuan Tuhan memberiku kesempatan dan saat aku minta pendamping hidup yang baik kamu datang… Tuhan tidak pernah memberikan apa yang aku minta namun Tuhan selalu memberikan apa yang aku butuhkan... 06 oktober 08

kebahagiaan

kebahagiaan itu seperti jeruk madu (yang kau berikan kepadaku). sangat manis meski di atas kulit kuningnya ada bintik-bintik hitam. meski ada serat-serat yang tak kumakan, manisnya tidak akan berkurang. kebahagiaan itu sangat manis. meski ada bintik-bintik kesalahan, kekeliruan, kealpaan atau hal-hal yang membuat jengkel. namun kau tetap merasa bahagia karena ia tetap manis. kebahagiaan itu bukanlah berlian. sempurna, sampai liuk-liuk terkecilnya. kita tak bisa mengharapkan salah satu dari kita menjadi individu tanpa cacat namun kita bisa menaruh harapan bahwa kita memang yang terbaik bagi pasangan kita. kebahagian dan cinta bisa jadi telah bersekutu. cinta bisa membawa kita kepada kebahagiaan dan kebahagiaan dapat menambah cinta kita. 03 oktober 2008

istimewanya wanita

artikel dari sebuah milis Kaum feminis bilang susah jadi wanita, karena peraturan dibawah ini: 1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki. 2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya. 3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki. 4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki. 5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak. 6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya. 7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri. 8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki. Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "memerdekakan wanita". Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ? 1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga Dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak Akan dibiar terserak bu...

ayahanda

tiga buah undangan menyergap perhatianku. ditujukan kepada keempat adikku; Zam, Syam, Sal, Tsuai. judul pada sampulnya, buru-buru mengundang air mataku keluar: Peduli Anak Yatim. hatiku merintih membacanya. sedih di pedalaman. "Duhai Allah pertanda apakah ini?" pikiranku menoleh ke belakang. 13 hari lalu, saat mengantar ayahanda ke haribaan-Nya. sejak saat itu kami menjadi yatim. seringkali, semenjak saat itu pikiranku resah, hati gundah dan merasa bersalah. sisanya adalah kesedihan karena menyadari orang orang yang telah mengajariku sholat, mengenal huruf al Qur'an, istiqomah; sudah tidak ada lagi. teringat saat "dipaksa" bangun untuk sholat shubuh dengan percikan air. teringat ketegasan beliau mengajarkan huruf demi huruf al Qur'an yang sesuai dengan tajwidnya. beliau yang tak pernah memukul anak-anaknya. kalaupun harus memukul atau menampar karena kesalahan prinsipil, beliau tak pernah melakukannya di bagian wajah anak-anaknya. beliau yang pengalah terha...

tentang aku (1)

aku bunglon aku menyesap dalam nafasmu marahku mencair saat marahmu bahagiaku tumpah ditimpa bahagiamu aku air aku mengisi kekosonganmu memenuhi sela jarimu dengan jariku aku lilin di tanganmu bentuk aku jadi patung manekin atau apapun yang kau suka

menggunting jarak

menggunting jarak lagi denganmu kini, setelah ku lihat pintu itu mulai terbuka dan aku sedang terusir di sini katakatamu tadi menggetarkan seumpama mengajak aku tapi aku tak segera menoleh kenangan itu membelenggu sekaligus membebaskanku aku masih di lintasan yang dulu yang memutuskan untuk berpisah denganmu

in sequence

ku datangi kamu di pagi tak cerah lewat kata serapah kau kirim keramahan yang tak dinyana lalu kitapun berbincang dengan arah mata angin yang tak kuhapal sebelumnya terlihat lebih jelas, atau cuma perasaanku saja aku ingin kau kirimkan harapan dengan tanda baca lalu kan ku berikan sepotong daging di dalamku

in sequence

ku datangi kamu di pagi tak cerah lewat kata serapah kau kirim keramahan yang tak dinyana lalu kitapun berbincang dengan arah mata angin yang tak kuhapal sebelumnya terlihat lebih jelas, atau cuma perasaanku saja aku ingin kau kirimkan harapan dengan tanda baca lalu kan ku berikan sepotong daging di dalamku

pesan yang pertama

pesanmu datang setelah beberapa lama alpa menanyakan sepotong waktu yang telah kita rekam dan meminta mengirimkannya lewat kotak maya kusanggupi butuh waktu menyadari waktu yang telah lewat karena kenangan itu sudah cukup mengikatku untuk tetap bergeming tak berpaling

menuju hari pertama

mendadak sekaligus tidak. berita tentang waktu pasti diterbitkannya media yang sudah hampir empat bulan dipersiapkan ini datang. tanggal terakhir yang kuterima 12 Mei. namun sang pemred mengumumkan bahwa tanggal akan dimajukan: 28 April. semua deg-degan, excite dan harap-harap cemas. maklum aku sendiri waktu mendengar tanggal itu rada panik. bukan apa-apa, sebelumnya waktu jadwal penerbitan diundur ada rasa kecewa karena tementemen dan juga kolega sudah kadung mengetahui. mereka langsung konfirmasi, “kapan sebenarnya koran lo terbit?.” pertanyaan yang belakangan ini makin hatihati kujawab, kalau dijawab pun harus sedikit diplomatis. “waktunya tinggal sebentar lagi, tunggu aja. tapi pasti terbit kok.” sekarang keadaan agak beda, aku cemas kalaukalau pada saat hari H nanti ternyata berita atau artikel yang kutulis malah tak memuaskan. padahal sewaktu dua bulan ini simulasi, semuanya ok. mulai sekarang juga, narasumber yang tadinya baru mau dihubungi dua minggu menjelang terbit jadi...

hari kemarin

Thursday, September 29, 2005 jika kau dijenguk rindu, berikan tanganmu. kibaskan sayapnya agar anginnya menyapamu. masihkah? biarkan pula ingatan itu datang. saat kita rebah, mengempas penat lalu kita bicara tentang esok yang cemerlang sempat kita rapatkan kaki dan akupun bercinta dengan hari denganmu, tanpamu

melalui sebuah waktu

wrote, Thursday, July 14, 2005 melalui sebuah waktu ya...melalui sebuah waktu, yang bersinggungan dengan kenyataan. keadaan memang tidak bisa dibohongi. aku mati kutu. sepatu dan jas yang necis yang kuidamkan, tidak cocok di tubuhku. bukan tempat mereka di sini. aku ingin meniti jalan hidup yang biasa saja, hidup yang sederhana. dengan hati sekaya Sulaiman dan seluas Muhammad. pikiran yang tidak terancam, jiwa yang tidak tercampur dengan debu jalan yang kotor. modernitas yang najis.

[belajar] bahagia

wrote, Wednesday, October 11, 2006 beberapa bulan ini Jakarta panas bukan kepalang. hujan yang dirindukan, kelihatannya mulai lupa untuk singgah. (mudah-mudahan ia tidak selingkuh). tambah lagi di bulan suci ini, makin terasa matahari seakan sedang mengeluarkan amarahnya. sejak awal puasa, agak siang aku mulai keluar rumah menuju ‘tempat kerja’. pingin cepat-cepat rasanya sampai kantor atau sampai tempat tujuan. karena biasanya di sana sudah ada angin sepoi-sepoi yang bersedia membasuh wajah tanpa diminta. lumayan sejuk setelah beberapa saat di bakar panas. jika sedang antri karena lampu jalan berwarna merah, sering juga membayangkan kalau punya mobil ber-AC, dengan sopir. enak pastinya, puasa lebih nyaman rasanya. tapi khayalan itu terhenti jika sudah ada bunyi klakson, pertanda lampu merah sudah siap berubah warna. seringkali jika sedang melaju di jalan, terlihat motor yang lainnya lebih enak dipakai, lebih resi, lebih kin...

bukan siren

wrote, Sunday, December 10, 2006 ingin menyatakan hari-hari ini tidak berbeda dengan sebelumnya sebulan, setahun lalu tapi aku bukan pembohong. ingin mengakui suara-suara itu sudah hilang tapi itu bukan aku. aku mendengar suara lebih indah dan jernih kali ini seperti orpheus mendengar nyanyian bidadari di seberang lautan. namun tak terbius

tangis ibu, tangisku

wrote, Wednesday, December 20, 2006 pasti kepulanganku membangunkan beliau dari tidurnya. maklum, pintu pagar yang tak berapa panjang itu selalu berdenyit ketika harus digeser. aku biasa sampai di rumah cukup larut jika diukur jam pulang kerja seorang pegawai yang normal. selesai ganti pakaian, beliau terlihat akan menyiapkan makan malam, buat aku tentunya. matanya terlihat memang masih mengantuk. aku memang tidak berniat untuk makan malam saat duduk di meja makan, dihadapan beliau. aku mendengarkan beliau yang mulai berbicara. jumlah tahun yang beliau jalani makin tampak di wajahnya. aku lupa kapan terakhir kali memandang wajah beliau sedalam ini (mungkin waktu lebaran kemarin). malam itu makin aku sadari bebannya selama ini tidak pernah berkurang, malah makin menumpuk. abangku yang mulai mengkhawatirkan, adikku yang selalu mengganggu pikirannya dan suaminya –atau ayahku– yang sering tak membantu meringankan bebannya, ditut...

pulang

sebenarnya aku tak ingin balik badan tapi jalan itu sudah tertutup buatku ada portal dengan lingkaran merah bergambar garis datar putih di tengahnya sebenarnya ingin mencari jalan lain tapi waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam jika tak terhalang mungkin akan ada satpam yang melarang