Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

(marhaban) mikail

23 mei 2013. Kamis malam menjelang bulan purnama, kau tiba dengan banyak syakwasangka dan doa. Tiga hari sebelumnya, bundamu menjerit menahan sakit di perutnya dan aku menyaksikannya. (sontak pikiranku berkata, "celakalah dunia dan akhirat orang-orang yang menyia-nyiakan atau memperlakukan ibunya tanpa hormat"). Sembilan bulan sebelumnya kami menaruhkepercayaan bahwa kali ini engkau akan tiba dengan cara yang normal. Dan semenjak itu kami berdua berupaya untuk mendekatkan diri, memantaskan diri agar kamu bisa lahir normal. Tiga hari sebelum purnama pada bulan Rajab itu, tanda-tanda yang kau berikan tetap menyiratkan bahwa usaha kami akan menemui hasil yang sepadan. Namun tampaknya nasib (atau takdir) berkata lain, kau tampak kesulitan mencari jalan keluar. Dan bundamu mulai kewalahan dan kehabisan tenaga untuk menunggumu lebih lama lagi. Apalagi air ketubannya sudah pecah pada sekitar jam 6.30an. Dengan keputusan yang ikhlas, aku memilih bahwa kau harus tiba dengan c...