Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2008

menunggu

tak tik tak tik jarum detik memburu menit dan melaluinya tak tik tak tik aku memburu waktu dan sampai sekarang tidak bisa menerobosnya tak tik tak tik aku menunggumu di jarum jam dan telah dilewati beriburibu kali 28 Oktober

"bailout "untuk siapa?

badai krisis keuangan AS baru sampai riak-riaknya saja di Indonesia. tapi pemerintah sudah demikian panik, sudah demikian terburu-buru khawatir persiapan penyambutannya telat. tak heran jika Jumat, 3 Oktober pemerintah AS mendapat ijin untuk menyelamatkan banknya dengan modal 700 miliar dollar AS, pemerintah kita hari minggu menggelar rakor dan membeberkan langkah antisipasi menyambut paket penyelamatan AS. seninnya, bursa saham seperti tidak menanggapi rencana otoritas juga imbauan agar tidak panik. indeks jatuh lebih dari 10 persen. kemudian perdagangan dihentikan khawatir kejatuhan itu menyentuh palung terdalam. pemerintah kembali panik, meski berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, dengan mengeluarkan langkah-langkah riil menyelamatkan bursa. dana sepuluh triliun disiapkan untuk membailout saham-saham BUMN yang jatuh untuk mengangkat indeks. padahal kata pengamat jumlah investor pasar modal hanya 0,1 persen dari total penduduk atau cuma 200 hingga 300 ribu dan merek...

aku membacamu

aku membacamu berbeda, huruf-hurufmu mulai kabur atau karena mata ini mulai lamur saat ini aku di halaman enam dan kau di halaman tujuh mestinya kita satu muka walau berbeda halaman agar aku tetap bisa melihatmu aku mengaku kesulitan membacamu, banyak istilah asing dan bahasa yang belum kupahami atau karena aku yang belum menyadari itulah bahasamu yang mesti kupelajari ataukah ada hal lain?

lebaran

kali ini, sekali lagi, seperti tahun-tahun belakangan, aku tak bersilaturahmi mungkin karena kesombongan atau merasa umur sudah melewati tengah hari kegirangan bersalaman mulai berganti kesenangan memakai baju warna-warni tak juga lagi kupilih mungkin nanti setelah ada yang mendampingi

doa yang terkabul

aku memohon kesabaran Tuhan memberikanku cobaan aku memohon kebijaksanaan Tuhan memberiku masalah untuk dipecahkan ketika kumohon pada Tuhan sebuah cinta Tuhan memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong ketika kumohon pada Tuhan bantuan Tuhan memberiku kesempatan dan saat aku minta pendamping hidup yang baik kamu datang… Tuhan tidak pernah memberikan apa yang aku minta namun Tuhan selalu memberikan apa yang aku butuhkan... 06 oktober 08

kebahagiaan

kebahagiaan itu seperti jeruk madu (yang kau berikan kepadaku). sangat manis meski di atas kulit kuningnya ada bintik-bintik hitam. meski ada serat-serat yang tak kumakan, manisnya tidak akan berkurang. kebahagiaan itu sangat manis. meski ada bintik-bintik kesalahan, kekeliruan, kealpaan atau hal-hal yang membuat jengkel. namun kau tetap merasa bahagia karena ia tetap manis. kebahagiaan itu bukanlah berlian. sempurna, sampai liuk-liuk terkecilnya. kita tak bisa mengharapkan salah satu dari kita menjadi individu tanpa cacat namun kita bisa menaruh harapan bahwa kita memang yang terbaik bagi pasangan kita. kebahagian dan cinta bisa jadi telah bersekutu. cinta bisa membawa kita kepada kebahagiaan dan kebahagiaan dapat menambah cinta kita. 03 oktober 2008