Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2008

sepotong kisah ibu

tak ada perempuan yang lebih hebat yang pernah kulihat selain ibuku. daya ingatnya tetap kuat saat menceritakan pengalaman ataupun rantai keluarga. kesabarannya bagai laut tak bertepi yang kadang memperlihatkan ombak. berikut sepotong kisahnya yang di ceritakannya padaku. (yang dalam hati kujanjikan untuk menerbitkannya dalam bentuk buku)... Ibuku mesti berjalan lebih dari 3 kilometer ke sekolahnya sambil membawa makan siangnya. Namun jangan membayangkan 3 km itu dengan keadaan sekarang yang jalan-jalannya telah beraspal. Dulu jalan tanah yang dilaluinya diselimuti debu tebal yang jika hujan, debu itu berubah menjadi kubangan yang becek. Ibuku harus melompat ke atas daun-daun lebar yang jatuh dari pohon di kanan kiri jalan tersebut untuk menghindari jalan yang becek. Makanan yang dibungkus daun pisang, berisi nasi panas dan ikan teri itu diberikan oleh seorang kerabat di tengah jalan menuju sekolahnya. Makanan itu dimakan saat masih berada di jalan sepi dilindungi pohon melinjo ya...