daya dorong keluarga pendorong gerobak
deretan kelompok-kelompok orang di pinggir jalan itu semakin rapat. Mungkin mereka sebuah keluarga mungkin hanya sanak saudara dan beberapa tampak sendirian. Dalam gelap mereka hening menunggu cahaya lampu kendaraan yang lewat menerpa wajah mereka. Tampak wajah mereka, anak-anak, dewasa, tua, lelaki perempuan terkena lampu sorot sepeda motorku yang sudah ratusan kali melewati jalur itu. mereka ada lagi jelang beberapa hari menuju Lebaran. seperti tahun lalu, berjejer bersama dan bermalam di sisi gerobak-gerobak mereka. aku ingin tahu apa yang ada dibenak mereka. Apa yang ada dalam pikiran mereka saat kendaraan-kendaran yang menderu di depan mereka hanya sekedar lewat dan hanya nafasnya saja yang sampai. tidakkah mereka berharap kendaraan, salah satu saja, berhenti di depan mereka malam itu? apakah lelah mereka –setelah menempuh perjalan dari “rumah” dan “kampung halaman” yang sebenarnya- terbayar jikalau salah satu penumpang yang ada di dalam mobil turun dan memberikan bingkisan? kenya...