Postingan

Pertanda

Manusia dibekali oleh Sang Pencipta dengan panca indera dan juga –yang terpenting–dengan hati dan pikiran. Dengan bekal itu pula, sepanjang kehidupan bergulir, manusia belajar memahami yang telah terjadi, dan mengerti yang sedang terjadi, dan mengetahui yang akan terjadi. Namun bekal itu tidak akan memberikan arti apa-apa ketika manusia tidak mau menggunakannya.   Ketika ada peristiwa yang lewat di hadapannya, sejatinya sebuah pesan sedang dipersiapkan oleh Yang Maha untuk bisa diambil manusia. Namun seringkali, karena ketidaktahuan, keegoisan, atau kesombongan manusia, pesan itu ditolaknya. Ketika pesan itu akhirnya diambil, tantangan kepada diri sendiri tidak lah berhenti. Dua bekal terpenting –hati dan akal, dengan kesadaran penuh kita, seringkali beradau argumen mengenai pesan tersebut. Benak adalah ladang pergulatan dari kedua bekal itu. Mereka bisa berdebat berjam-jam atau bahkan berhari-hari di dalamnya, mengenai pesan apa yang seharusnya diambil. Di sinilah nilai-nil...

Fokus dan Distraksi

Saya punya dua orang anak laki-laki yang saat ini masih duduk di sekolah dasar dengan selisih usia 2 tahun. Selama pelaksanaan belajar dari rumah atau disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saya baru mengetahui bahwa fokus mereka mudah sekali teralihkan. Ketika sedang mengerjakan tugas, begitu ada suara lain di luar rumah, atau suara dering telepon atau suara lainnya, perhatiannya lantas beralih kepada sumber suara itu, dan hampir-hampir melupakan pekerjaannya. Ini merupakan hal yang baru saya ketahui. Dan bagi saya ini adalah big thing . Pembelajaran jarak jauh bagi pelajar, bekerja dari rumah bagi pegawai telah menjadi fenomena yang biasa saat ini. Saya kemudian membayangkan apa yang bakal dihadapi kita semua di masa depan, lalu apa yang harus kita siapkan menghadapinya. Kemampuan saya dalam menyusun rencana sangat lah terbatas, karena terbatasnya sumber daya dan sumber data. Namun dari pengalaman yang saya temui ketika menemani anak-anak saya belajar dari rumah, saya bisa mempr...

Kamuflase

Kamuflase adalah istilah yang sering kita dengar dalam strategi militer. Sebagian Negara menyebutnya disruptive pattern material. Taktik penyamaran atau pengelabuan pihak lawan yang  dilakukan untuk melindungi diri sendiri tersebut ini banyak diadopsi oleh masyarakat bahkan pemerintah.                 Bahkan kini ketika wabah Covid-19 masih menerjang Indonesia, tampaknya kegiatan kamuflase mulai meningkat, dan bisa dilakukan siapa saja. Jika kita mau sedikit memaksa otak kita berpikir lebih keras dan hati menilai lebih dalam. Namun kali ini, praktik kamuflase tidak dilakukan secara fisik dengan menggunakan seragam yang bisa menyamarkan keberadaan dirinya dengan lingkungan sekitar. Praktik menyamarkan kondisi dan tujuan sebenarnya bisa dilihat dari banyaknya praktik “pura-pura menjadi”, “seolah-olah” untuk mengamankan kepentingannya sendiri.           ...

Zaman Bingung

Dahulu di saat informasi begitu minim didapatkan orang banyak yang terjadi adalah keluguan dan penipuan. Kini di saat informasi begitu bebas hilir mudik di hadapan kita, yang terjadi adalah kebingungan. Memang ironis, ketika kita berada dalam sebuah zaman yang dikenal dengan era informasi, era di mana semua pengetahuan bukan lagi sebuah hal yang langka, justru kita menjadi bingung memperoleh kebenaran atau fakta. Sebabnya adalah ada pihak-pihak tertentu yang ingin membiaskan fakta atau kebenaran kepada ‘kebenaran’ atau ‘fakta’ versi mereka. Di zaman ini, hal itu bisa disebut hoax . Namun apa boleh dikata, di tengah derasnya arus informasi, sebagian orang pun mempercayai hoax itu, dan kemudian bertindak atas kebenaran palsu tersebut. Padahal menurut sebuah teori yang dikenal sebagai Bounded Rationality , semua pandangan dan tindakan orang, ditentukan oleh apa yang mereka ketahui saat itu. Bahkan kesadaran dan rasionalitas yang dimiliki seseorang saat berpikir pun dipengaruhi ole...

Ujian Pemimpin Populis

Satu bulan belakangan ini, lagi-lagi kita diperlihakan beragam tingkah pemimpin dalam menghadapi masalah besar. Ada yang sesuai ekspektasi, ada juga yang melenceng dari ekspektasi. Yang pertama tentu mendapat puji, dan yang belakangan harus berhadapan dengan kritik dari publik. Kebijakan yang digulirkan pemimpin di masa-masa gawat seperti saat ini memang membutuhkan kemampuan ekstra dan menjadi ujian sesungguhnya bagi kapasitas seorang pemimpin. Namun demikian masih ada pemimpin yang lebih concern pada popularitasnya dari pada keselamatan warganya. Pemimpin-pemimpin ini biasanya memang mendapatkan jabatannya dengan mengedepankan hal-hal yang populis, atau biasa disebut pemimpin populis. Akan tetapi pemimpin populis saat ini tidak bisa lagi mengandalkan hanya pada popularitasnya apalagi hanya ingin menyelamatkan popularitasnya. Masyarakat menginginkan kebijakan yang tegas yang diikuti oleh semua unsur di dalam negara. Bukan kebijakan yang ambigu dan harus diterjemahkan lagi, bahk...

Pengawas dan Pembobol

Tersebutlah seorang anggota satuan pengamanan atau bahasa kerennya security di sebuah perusahaan bernama Wiko. Suatu malam ketika tengah bertugas dia mendengar suara mencurigakan dari arah ruangan brankas dan bergegas menuju ke sana sambil berteriak “siapa di sana?”. Sesampainya di tempat itu dia mendapati pintu ruangan terbuka dan brankas perusahaan telah jebol. Kertas berhamburan di lantai dan isi brankas sudah berantakan. Dia melihat ada amplop besar yang masih tertinggal di dalam brankas yang terbuka, isinya setumpuk uang. Mungkin perampok terburu-buru meninggalkan hasil jarahannya itu ketika mendengar teriakan suaranya tadi. Wiko panik, tak tahu apa yang mesti dilakukan. Yang dia tahu pasti, besok pemilik perusahaan pasti marah besar karena uang yang disimpannya digondol perampok. Sejujur apapun dia melapor pasti kesalahan akan ditimpakan kepadanya, penjaga yang kebetulan bertugas malam itu. Akan tetapi, pikiran jahat muncul di benaknya. Sisa uang yang ditinggalkan peramp...

Peluang

Banyak ahli pengembangan sumber daya manusia mengatakan bahwa orang sukses bukanlah orang-orang yang jenius atau menyandang gelar berlapis lapis. Melainkan orang yang mampu memanfaatkan peluang yang ada sekecil apapun untuk melakukan sesuatu perubahan dalam hidupnya. Setiap kita sejatinya punya potensi untuk memanfaatkan peluang –apa pun itu dan menyulapnya menjadi sesuatu yang menguntungkan. Istilah peluang bisa diartikan sebagai satu set keadaan yang membuat sesuatu itu bisa dan mungkin dilakukan seseorang. Dalam praktik, di Indonesia, istilah ini boleh disetarakan dengan kata “kesempatan”, atau praktik mengambil keuntungan. Kita tentu sudah mahfum akan hal itu. Akan tetapi, istilah yang tadinya berkonotasi positif kini telah tercampur dengan konotasi yang negatif. Karena dalam pengejawantahannya, kesempatan sering juga disejajarkan dengan praktik mengambil keuntungan dengan cara yang curang. Orang Indonesia adalah orang yang paling pintar dalam memanfaatkan peluang. Bahkan m...