Teka-Teka dan Misteri
Banyak sudah drama yang kita semua saksikan di layar televisi, halaman-halaman koran dan majalah dalam enam bulan belakangan ini. Hiruk pikuk dan keributan yang sudah terjadi haruslah menjadi pelajaran, seperti yang didapat oleh sopir taksi. Kisah ini diceritakan oleh seorang teman saat menumpang taksi sepanjang Kuningan-Merdeka Barat, Jakarta. Sang supir membuka percakapan soal demokrasi dan rakyat setelah mendengar siaran langsung di sebuah radi tentang pelantikan anggota DPR. “Benar enggak pak, anggota DPR itu kan wakilnya rakyat kaya kita ini. Kan 1 suara rakyat cuma memilih 1 anggota DPR,” Sang penumpang awalnya cuma ngangguk-ngangguk saja, menyangka ini hanya obrolan selintas, jadi hanya menjawab sekenanya. “Ya Benar pak,” Sopir taksi itupun makin bersemangat melanjutkan diskusi. “Jadi kan anggota DPR itu mewakili suara rakyat masing-masing yang pilih mereka. Terus engggak bisa juga gebyah uyah terus mengaku-ngaku mewakili semua suara rakyat Indonesia. Salah sendiri ...