alumni?
Sebuah keluarga mengunjungiku. bersama ketiga anaknya, suami istri itu menceritakan pengalaman yang dialami hampir sembilan tahun belakangan. Idham sang anak tertua menderita penyakit mengenaskan, pembuluh darah merahnya pecah sejak usianya tiga bulan. “Kulitnya kuning semua saat itu,” kata Septian, sang ayah. sejak itu, Idham harus selalu ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan rutin. cuci darah, terapi dan lain-lain. aku menoleh ke anak itu, dengan seluruh iba yang aku punya. Tubuhnya lemas tak berdaya. “Dia tida bisa berdiri,” tambah sang ayah dengan kesedihan yang ditahan. Memang bocah sembilan tahun itu kulihat hanya bisa rebah, jika harus duduk, sepertinya tulang belakangnya tidak kuat menahan tubuhnya berlama-lama. anak itu juga hanya bisa bergerak dengan pantatnya jika ingin berpindah tempat, kemudian harus segera bersandar. Dia harus dipapah untuk sekedar menegakkan badannya dan itu harus dilakukan sang ayah karena ibunya sudah tidak kuat lagi. Tangannya tergulung, jemarinya...