Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

calon ibu

sayang, izinkanlah aku mengatakan ini di sini. bukannya aku gentar mengucapkan langsung di hadapanmu. namun rasanya kelu bibirku mengutarakannya langsung di depanmu. sayang, tiadalah satu perbuatanmu yang menerbitkan kebencianku. karena kutahu kamu tak akan pernah berbuat demikian. itulah salah satu alasanku memilihmu. sayang, aku minta maaf jika selama ini belum juga bisa memberi kebahagiaan yang lengkap untukmu. Kebahagiaan yang biasa kita baca di novel-novel romantis atau yang pernah kamu lihat dalam film-film korea kesukaanmu. aku belum bisa memberimu kebahagiaan seperti yang pernah kamu nikmati saat masih sendiri. saat itu kamu masih bisa bersenang-senang dan menikmati hidup. tapi bersamaku selama enam bulan ini belum ada satupun kesenangan dan kebahagian yang mampu menyamai hari-hari itu. sekali lagi aku mohon maaf. tapi sayang, aku berjanji tidak akan membuatmu bersedih. sayang, Sang Maha Sutradara sedang merencanakan sesuatu buat kita dengan tanda-tanda hadirnya sebuah kehidup...

yang datang dan yang pergi

Sebentar lagi ada yang datang, tapi tetap terbesit kesedihan karena kau akan pergi. Jikalau boleh meminta, sudilah kiranya kau menetap lebih lama. Belum cukup aku memeluk erat dengan rahmat-Mu, belum cukup aku membasuh peluh dengan maghfirah-Mu, dan yang pasti aku akan menangisi waktu karena menyia-nyiakan pembebasan-Mu dari siksa neraka. Ampuni aku, karena terlena dengan hari yang disebut kemenangan ini dan melupakan 30 hari sebelumnya, di mana kau sirami dunia ini dengan kasih sayang-Mu. 8 September 2010

Mengubah, Menerima dan Pindah

Membaca status teman di laman jejaring pertemanan membuatku tergelitik. “Jika tak suka, ubahlah; jika tak bisa mengubah, terimalah; jika tak bisa menerima, pindahlah” Mungkin teman saya itu tidak sedang berbicara soal Sri Mulyani Indrawati yang memutuskan resign dari jabatan menteri keuangan. Tapi saat Sri Mulyani menerima pinangan dari Bank Dunia untuk menjabat Managing Director, jabatan nomor dua di lembaga donor tersebut, dia mungkin tidak sedang menyerah apalagi pasrah. Meskipun beberapa dari kita ada yang menyimpan sedikit kecurigaan tentang keputusan itu, apakah sebagai cari Presiden menyelamatkan Sri Mulyani atau cara Bank Dunia mengail di air keruh, tapi seperti tersirat dalam satu kalimat teman saya itu, tampaknya Sri Mulyani sudah melalui proses ikhtiar. Lupakan dulu berbagai teori konspirasi berkembang. Saya tidak sedang membela Sri Mulyani dengan mengatakan dia sudah ikhtiar, namun sosok seperti Ani –begitu dia biasa disapa- pastilah bukan wanita yang memutuskan sesuatu a...

doa kekasihku

pagi ini, sebait pesan singkat hinggap di ponselku. isinya: Ya Rabb, aku tidak meminta seseorang yang sempurna...namun aku meminta sesorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya, seseorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya, seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya, seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat kehidupannya menjadi lebih hidup, seseorang yang tidak hanya memujiku tapi juga menasihatiku... itulah doa termanis hari ini, mudah-mudahan sepanjang hidupku 7 April 2010

kerajaan cinta

aku rajamu dan kau ratuku, kita bangun kerajaan cinta dengan banyak pangeran dan putri. Panglimanya adalah kepercayaan dan menterinya kasih sayang. Pembantu kita adalah kejujuran. (untuk calon ibu dari anak-anaku) 3 Maret 2010

kenapa?

cita-cita yang dulu meledak-ledak lambat laun mulai redup hanya karena ada orang lain yang tidak memahami cita-cita itu. kita, kami sempat memiliki mimpi indah tentang membangun tempat kami bernaung ini menjadi entitas yang dihormat dan diperhitungkan. Second best, begitu motivator kami para founding fathers mengungkapkan visi mengenai calon tempat kami mengamankan periuk nasi. Dua tahun berlalu, kini dalam mata-mata mereka –mungkin termasuk saya- telah hilang apa yang dulu pernah ada: semangat mewujudkan mimpi. Mereka –termasuk saya- bergerak hanya karena rutinitas. Tidak ada lagi yang namanya antusiasme. Mungkin karena mimpi-mimpi itu mulai tercerabut. tak eloklah kalau kita mencari siapa yang salah meskipun para pemegang kekuasaan wajib mencari tahu sumber permasalahan. (salah satu tanda orang bijak adalah menyelesaikan masalah dengan mencari penyebab masalah). karena pengisi periuk nasi mungkin bisa dicari dari sumber lainnya, tapi masalah cita-cita dan mimpi akan sangat sulit dica...

241209

aku mencium tangan ibumu dengan khidmat karena dia akan jadi ibuku juga, tak lama lagi. setelah dua gelas air putih hangat dan obrolan penting malam itu, hatiku jauh lebih tenang. hari itu, hari yang sama setiap pekannya di mana aku biasa terserang lelah, badanku terasa ringan belaka. jarak timur dan barat serta berpuluh-puluh angka yang berganti dari pencatat jarak di motorku serasa hanya sepelemparan batu. sebelum sampai di hadapan ibumu, kuperlukan waktu berkeliling untuk menenangkan hati meski kata-kata belum juga bisa kususun hingga akhirnya aku tiba di rumahmu. kau duduk di sampingku, sambil tepekur mendengar percakapan aku dan ibumu. kita bertiga di ruangan itu: ibumu yang bersahaja, aku yang berusaha menyembunyikan kegugupanku dan kamu yang siap membelaku dari pertanyaan-pertanyaan sulit ibumu. malam itu aku meminta kamu dari ibumu. tak ada kata-kata manis dan janji muluk. setelah ibumu mengiyakannya, aku merasa menjadi seorang lelaki. aku merasa menjadi seorang lelaki yang san...