"bailout "untuk siapa?

badai krisis keuangan AS baru sampai riak-riaknya saja di Indonesia. tapi pemerintah sudah demikian panik, sudah demikian terburu-buru khawatir persiapan penyambutannya telat. tak heran jika Jumat, 3 Oktober pemerintah AS mendapat ijin untuk menyelamatkan banknya dengan modal 700 miliar dollar AS, pemerintah kita hari minggu menggelar rakor dan membeberkan langkah antisipasi menyambut paket penyelamatan AS.

seninnya, bursa saham seperti tidak menanggapi rencana otoritas juga imbauan agar tidak panik. indeks jatuh lebih dari 10 persen. kemudian perdagangan dihentikan khawatir kejatuhan itu menyentuh palung terdalam.

pemerintah kembali panik, meski berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, dengan mengeluarkan langkah-langkah riil menyelamatkan bursa. dana sepuluh triliun disiapkan untuk membailout saham-saham BUMN yang jatuh untuk mengangkat indeks. padahal kata pengamat jumlah investor pasar modal hanya 0,1 persen dari total penduduk atau cuma 200 hingga 300 ribu dan mereka merupakan orang yang bermodal dan beruang banyak.

tidak cukup sampai di situ, dana nasabah yang masuk program penjaminan juga ditingkatkan jadi dua miliar rupiah dari sebelumnya hanya 100 juta rupiah.

sungguh cepat pemerintah merespons potensi krisis yang datang dari "gempa" sektor keuangan yang episentrumnya di AS, tidak lebih dari seminggu.

saya justru teringat langkah pemerintah menyelamatkan sektor riil dari kebijakannya sendiri menaikkan harga BBM sampai 30 persen Mei lalu, yang baru muncul satu bulan kemudian. padahal sebelum harga BBM naik, masyarakat sudah tertekan akibat harga-harga bahan pokok yang naik mencuri start.

programnya pun hanya Bantuan Langsung Tunai dengan jumlah yang diberikan kurang dari enam triliun kepada hampir 20 juta kepala rumah tangga miskin. jika satu kepala RT beranggotakan empat orang maka jumlah penerima BLT meningkat empat kali. bisa apa mereka dengan dana 100 ribu per bulan?

sekarang memang bursa agak positif tapi orang-orang miskin itu pasti tidak tahu kalau dana yang diberikan kepada "orang-orang bursa" itu juga berasal dari mereka. dan seharusnya mereka mendapatkan bantuan lebih besar ketimbang 100 ribu rupiah sebulan dan hanya diberikan untuk tiga bulan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fokus dan Distraksi

Pertanda

Kamuflase