calon ibu

sayang, izinkanlah aku mengatakan ini di sini. bukannya aku gentar mengucapkan langsung di hadapanmu. namun rasanya kelu bibirku mengutarakannya langsung di depanmu.
sayang, tiadalah satu perbuatanmu yang menerbitkan kebencianku. karena kutahu kamu tak akan pernah berbuat demikian. itulah salah satu alasanku memilihmu.
sayang, aku minta maaf jika selama ini belum juga bisa memberi kebahagiaan yang lengkap untukmu. Kebahagiaan yang biasa kita baca di novel-novel romantis atau yang pernah kamu lihat dalam film-film korea kesukaanmu.
aku belum bisa memberimu kebahagiaan seperti yang pernah kamu nikmati saat masih sendiri. saat itu kamu masih bisa bersenang-senang dan menikmati hidup. tapi bersamaku selama enam bulan ini belum ada satupun kesenangan dan kebahagian yang mampu menyamai hari-hari itu. sekali lagi aku mohon maaf. tapi sayang, aku berjanji tidak akan membuatmu bersedih.
sayang, Sang Maha Sutradara sedang merencanakan sesuatu buat kita dengan tanda-tanda hadirnya sebuah kehidupan di perutmu. Jadilah kuat sayang, agar dia yang ada di dalam sana kelak menjadi kuat. sabar ya sayang, agar dia kelak menjadi insan penyabar. dan marilah kita selalu, bersama-sama berdoa agar Sang Penguasa Makna sudi menghadirkan dia sebagai buah cinta kita dengan sempurna.
Sayang, tak ada yang lebih kuat dari seorang calon ibu yang mengandung sebuah kehidupan. Maka dari itu sayang, mari kita ingatkan diri kita dan kelak anak-anak kita, bahwa tiada bernilai seseorang yang tega menumpahkan air mata seorang ibu.
Sayang, kamu bakal menjadi seorang ibu dan tiada yang lebih indah dan mulia dari itu. tak kan kubiarkan sesuatupun yang bisa membuatmu bersedih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fokus dan Distraksi

Pertanda

Kamuflase