menuju hari pertama
maklum aku sendiri waktu mendengar tanggal itu rada panik. bukan apa-apa, sebelumnya waktu jadwal penerbitan diundur ada rasa kecewa karena tementemen dan juga kolega sudah kadung mengetahui. mereka langsung konfirmasi, “kapan sebenarnya koran lo terbit?.” pertanyaan yang belakangan ini makin hatihati kujawab, kalau dijawab pun harus sedikit diplomatis. “waktunya tinggal sebentar lagi, tunggu aja. tapi pasti terbit kok.”
sekarang keadaan agak beda, aku cemas kalaukalau pada saat hari H nanti ternyata berita atau artikel yang kutulis malah tak memuaskan. padahal sewaktu dua bulan ini simulasi, semuanya ok.
mulai sekarang juga, narasumber yang tadinya baru mau dihubungi dua minggu menjelang terbit jadi harus dipercepat. telpon
tapi gong sudah dibunyikan terompah telah ditiup, dan semua hal yang selama ini sudah disiapkan tidak boleh jadi sia-sia. Bahkan meleset saja tidak diperbolehkan. layar harus tetap terkembang, no matter what.
Komentar