hujan...hujan...jangan maraah...

mungkin ini pertama kali setelah sekian lama tidak menikmati butir-butir hujan yang menerpa wajahku. hujan yang muncul tiba-tiba dan menghilang seenaknya seringkali menjadi sasaran keluhan bahkan makian orang-orang. kalau boleh kasih saran, nikmati saja air hujan itu yang menyentuh kulit-kulit kita, rasakan indahnya.

Aku biarkan saja butir-butir uap yang mencair sebesar biji padi menyerang wajahku. Aku nikmati saja dia merembas ke dalam jaketku bahkan jauh ke dalam kulit ariku. Tak ada yang tahu bahwa aku menikmati hujan seperti masa-masa kecil dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fokus dan Distraksi

Pertanda

Kamuflase