kisah seorang teman

Aku terhenyak saat seorang teman memintaku menuliskan sebuah kisah untuknya. tapi kulakukan juga karena hari ini dia sedang berbahagia. sebenarnya tak ada yang istimewa pada hari ini kecuali panasnya yang masih menyengat dan parade orang-orang berbendera warna-warni.

namun bagi dia, hari ini hari yang penting dalam hidupnya. waktu yang telah mengantarkannya menjalani seperempat abad lebih kehidupan, memaksanya untuk berhenti sejenak. bagai spasi dalam kalimat, dia merasa perlu berpikir: kata apa yang harus dia tulis kemudian, huruf apa yang harus diletakkan di awal kata itu.

lalu kutuliskan juga kata-kata untuk dia. kehidupan itu lebih tua dari segala benda hidup, seperti keindahan yang sudah ada sebelum benda yang indah lahir di muka bumi. juga seperti kebenaran yang sudah ada sebelum diungkapkan.

dan kukatakan padanya juga soal usia (yang aku berharap mendapat nasehat juga mengenainya). “usia tidak merefleksikan apa-apa, kecuali angka-angka itu sendiri. kesabaran, kedewasaan apalagi kebahagiaan terangkum dari hati yang selalu mendongak ke atas dan jiwa yang bersimpuh dalam doa,”

lalu kutuliskan sebuah cerita bahwa wanita yang menghiasai tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran yang terbuka namun rahasia. ia hanya dapat disentuh oleh kebijakan.*

tapi akhirnya aku tersadar dan kukatakan padanya bahwa aku tak mampu membuat sebuah kisah di hari jadinya.

*Kahlil Gibran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fokus dan Distraksi

Pertanda

Kamuflase